Pergi ke BAWAH  

Friday, 26 March 2010

Ta'aruf

Ta'aruf, sebuah kalimat yang bisa membuat orang semangat mendengarnya, baru juga pasang kalimat di status YM/Facebook/Twitter, ataupun ditempat lainnya bisa membuat geger orang yang membacanya. Tak percaya? coba saja anda lakukan sendiri, dan silahkan dinikmati tanggapan dari teman-teman yang mengerti akan makna dari ta'aruf itu sendiri.


Lalu pasti timbul pertanyaan dalam diri kawan-kawan yang membaca ini,, "Wah ada apa nih? kok tiba-tiba membahas tentang ini, emanknya ada sesuatu ya??", atau mungkin ada yang langsung membalas dengan kalimat: " wah, selamat ya kawan, moga lancar", "ane do'ain lancar akh, ditunggu undangannya", ataupun kalimat-kalimat lainnya yang menjurus ke hal-hal sensitif, yaitu "walimah".


Tenang sobat, ane disini bukan bermaksud untuk menggurui atau pun membuat geger dunia sekitar ane (maksudnya adalah orang-orang yang kenal sama ane). Maksud ane disini adalah untuk memberitahukan apa sih sebenarnya pengertian dari ta'aruf itu sendiri, kok bisa sampai membuat sensasi yang luar biasa terhadap kawan-kawan yang sudah mengerti apa itu ta'aruf. So, insya Alloh ane akan membahas pengertian ta'aruf sendiri itu apa, baik untuk kawan-kawan ane yang udah mengerti bahkan betul-betul paham akan artinya, ataupun untuk teman-teman ane yang selalu ane cintai yang masih belum begitu paham akan arti dari ta'aruf itu sendiri.


Nah, Ta'aruf itu sendiri menurut sumber dari wikipedia adalah:


"Taaruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap muka, atau main/bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya. Bisa juga dikatakan bahwa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk mencari jodoh. Taaruf bisa juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke jenjang khitbah - taaruf dengan mempertemukan yang hendak dijodohkan dengan maksud agar saling mengenal.
Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf sangat berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar`i memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Jika tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina, dan maksiat. Taaruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan."


Nah jelaskan? atau masih kurang jelas? klo kurang jelas, nih ane kasih lagi, masih pada sumber yang sama, yaitu wikipedia, karena menurut ane ini sudah lumayan jelas kok nih ane kasih semuanya biar pada paham:


Perbedaan taaruf dengan pacaran


Dalam pacaran, mengenal dan mengetahui hal-hal tertentu calon pasangan dilakukan dengan cara yang sama sekali tidak memenuhi kriteria sebuah pengenalan. Ibarat seorang yang ingin membeli mobil second, tapi tidak melakukan pemeriksaan, dia cuma memegang atau mengelus mobil itu tanpa pernah tahu kondisi mesinnya. Bahkan dia tidak menyalakan mesin atau membuka kap mesinnya. Bagaimana mungkin dia bisa tahu kelemahan dan kelebihan mobil itu.
Sedangkan taaruf adalah seperti seorang montir mobil yang ahli memeriksa mesin, sistem kemudi, sistem rem, sistem lampu dan elektrik, roda dan sebagainya. Bila ternyata cocok, maka barulah dia melakukan tawar-menawar. Ketika melakukan taaruf, seseorang baik pihak pria atau wanita berhak untuk bertanya yang mendetil, seperti tentang penyakit, kebiasaan buruk dan baik, sifat dan lainnya. Kedua belah pihak harus jujur dalam menyampaikannya. Karena bila tidak jujur, bisa berakibat fatal nantinya. Namun secara teknis, untuk melakukan pengecekan, calon pembeli tidak pernah boleh untuk membawa pergi mobil itu sendiri.


Proses taaruf


Dalam upaya ta’aruf dengan calon pasangan, pihak pria dan wanita dipersilakan menanyakan apa saja yang kira-kira terkait dengan kepentingan masing-masing nanti selama mengarungi kehidupan. Tapi tentu saja semua itu harus dilakukan dengan adab dan etikanya. Tidak boleh dilakukan cuma berdua saja. Harus ada yang mendampingi dan yang utama adalah wali atau keluarganya. Jadi, taaruf bukanlah bermesraan berdua, tapi lebih kepada pembicaraan yang bersifat realistis untuk mempersiapkan sebuah perjalanan panjang berdua.


Tujuan taaruf


Taaruf adalah media syar`i yang dapat digunakan untuk melakukan pengenalan terhadap calon pasangan. Sisi yang dijadikan pengenalan tidak hanya terkait dengan data global, melainkan juga termasuk hal-hal kecil yang menurut masing-masing pihak cukup penting. Misalnya masalah kecantikan calon istri, dibolehkan untuk melihat langsung wajahnya dengan cara yang seksama, bukan cuma sekedar curi-curi pandang atau ngintip fotonya. Justru Islam telah memerintahkan seorang calon suami untuk mendatangi calon istrinya secara langsung face to face, bukan melalui media foto, lukisan atau video.
Karena pada hakikatnya wajah seorang wanita itu bukan aurat, jadi tidak ada salahnya untuk dilihat. Khusus dalam kasus taaruf, yang namanya melihat wajah itu bukan cuma melirik-melirik sekilas, tapi kalau perlu dipelototi dengan seksama. Periksalah apakah ada jerawat numpang tumbuh di sana. Begitu juga dia boleh meminta diperlihatkan kedua telapak tangan calon istrinya. Juga bukan melihat sekilas, tapi melihat dengan seksama. Karena telapak tangan wanita bukanlah termasuk aurat.


Manfaat Taaruf


Selain urusan melihat fisik, taaruf juga harus menghasilkan data yang berkaitan dengan sikap, perilaku, pengalaman, cara kehidupan dan lain-lainnya. Hanya semua itu harus dilakukan dengan cara yang benar dan dalam koridor syariat Islam. Minimal harus ditemani orang lain baik dari keluarga calon istri atau dari calon suami. Sehingga tidak dibenarkan untuk pergi jalan-jalan berdua, nonton, boncengan, kencan, nge-date dan seterusnya dengan menggunakan alasan taaruf. Janganlah ta`aruf menjadi pacaran, sehingga tidak terjadi khalwat dan ikhtilath antara pasangan yang belum jadi suami-istri ini.


Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Taaruf


Gimana sobat? sudah paham sekarang?? insya Alloh sudah ya. Yup, jadi inti dari pembicaraan kita kali ini adalah bahwa janganlah kawan-kawan berpacaran, sebab selain lebih mendekati terhadap perzinaan (Masya Alloh, smoga jangan sampai terjadi ya kawan). Pacaran pun tidak dianjurkan dalam islam, walaupun islam sendiri tidak mengharamkan yang namanya berpacaran. Tetapi perlu kawan-kawanku ketahui, bahwa berpacaran itu lebih banyak mudhorotnya (keburukan) ketimbang maslahatnya (kebaikan). Lagipula kalau kawan-kawan semua berpacaran, sebenarnya yang dicari apa? apakah hanya sekedar butuh perhatian? kenapa tidak bersandar pada orang tua? kan mereka yang membesarkan kita, insya Alloh ketika anaknya sedang butuh perhatian mereka akan memberikan perhatiannya untuk kita. Oke, bila kita sedang bermusuhan sedang Orang tua kita (smoga jangan sampai terjadi ya, apalagi sama ibu kita, karena murkanya ibu adalah murkanya Alloh pula), kan masih ada sahabat laki-laki (untuk yang laki-laki) dan sahabat perempuan (untuk yang perempuan) yang senantiasa ada di samping kawan-kawan semua, baik itu pada waktu kita sedih ataupun pada waktu kita senang, carilah sahabat tersebut insya Alloh ada kok, klo kita mencarinya.


"Wah, tapi bukan itu tuh permasalahannya. Kan saya care sama dia, saya cinta sama dia, and bla bla bla", hmm. Kalau memang anda cinta atau sayang sama orang tersebut kenapa tidak anda nikahi saja? kan itu lebih baik, daripada anda melakukan dosa, kan lebih baik menjadikannya pahala. Ya nggak?? yah, kalau memang anda tidak sanggup ataupun belum mampu untuk menikahinya, ya sudah bersabarlah. "Tapi nanti kalau diambil orang gimana? kan bisa patah hati saya, ntar bisa-bisa bunuh diri saya". Masya Alloh, tenang sobat, jodohmu itu semuanya sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa, kalau memang orang tersebut adalah jodoh anda insya Alloh nanti ke depannya juga menikahnya sama orang tersebut, tapi kalau bukan, maka sesungguhnya Alloh telah mempersiapkan yang terbaik buat anda, karena Alloh Maha Mengetahui keadaan hamba-hambanya dan apa yang sebenarnya mereka butuhkan untuk kedepannya.


Jadi sobat, jika bisa tinggalkanlah yang namanya budaya pacaran, jika memang anda suka, berta'aruflah dan menikahlah. Karena sesungguhnya itu lebih indah daripada anda berpacaran, nikmatin deh nanti pacarannya dengan pasangan anda sesudah menikah. Insya Alloh, semua itu akan terasa luar biasa sobat. Kalau memang tidak bisa menahan juga? maka berpuasa sunahlah senin, kamis. Karena dengan berpuasa insya Alloh akan menjaga diri kawan-kawanku semua dari yang namanya dosa.


Mohon maaf, apabila tulisan ini mengganggu kawan-kawan semua, karena saya hanyalah seseorang yang sedang belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik. Semoga tulisan ini berguna bagi kawan-kawan yang sedang membutuhkannya ataupun menjadi masukan bagi anda dan ane pribadi sebagai ilmu.


Wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh.


ditulis oleh: Indra Al-Kahfi

Ikon ini merupakan link ke situs bookmark sosial dimana pembaca dapat berbagi dan menemukan halaman web baru.
  • Digg
  • Sphinn
  • Delicious
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • 0 komentar:

    Catatan Kaki:



    Kotak komentar pada artikel ini masih kosong, Silahkan diisi untuk menambah semangat kami untuk terus berkarya memberikan informasi kepada anda semua yang membaca di blog ini

    Tak ada yang bisa kami berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel-artikel Fushilat 2004

    Post a Comment

    Isi Buku

    Live Traffic Map

    About This Blog

    Blog Ukhuwah dan Silaturrohim Angkatan 2004 PNJ

    Anggota

    Blog Stats

    PageRank


    Guestbook

      © Blogger template 'Perfection' by Ourblogtemplates.com 2008 | Edited by IndrakidzDotNet  ©2010

    Kembali ke ATAS