Pergi ke BAWAH  

Showing posts with label Tausiyah. Show all posts
Showing posts with label Tausiyah. Show all posts

Saturday, 10 April 2010

Keutamaan Cinta Karena Allah SWT


Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda :
Bahwasanya 
Allah berfirman pada hari kiamat, "Manakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-KU? Aku akan menaungi mereka dalam naungan-KU pada hari ini, hari yang tidak ada naungan selain naungan-KU". (HR Muslim)
Penjelasan
Dalam pertemanan, hawa nafsu selalu membujuk manusia untuk mencari selain ridha Allah.
Karena mencari keduniaan memang kecenderungan jiwa manusia. Sedangkan orang yang bisa mencintai karena Allah, berarti mereka telah berhasil memaksa jiwanya untuk melawan hawa nafsunya, sehingga kecintaan dan kasih sayang mereka hanya tunduk kepada ridha Allah, tanpa memikirkan tujuan keduniaan. Ini merupakan perkara yang sangat mulia.

Manusia tidak akan bisa saling mencintai karena Allah sampai mereka juga bisa berteman
di bawah perlindungan Allah secara maknawi ketika di dunia, yaitu menundukkan hati mereka untuk mentaati Allah, selalu mendahulukan keridhaan-NYA, serta mencari apa yang ada di sisi-NYA.
Oleh sebab itu, mereka akan berkumpul pada hari kiamat di bawah naungan Allah yang sebenarnya, yaitu di bawah 'Arsy-NYA.

Dalam hadits yang lain disebutkan, "Keduanya berkumpul dan berpisah hanya karena Allah". Maksudnya, mereka berkumpul karena Allah sampai mereka dipisahkan oleh kematian, atau salah satu dari mereka berpisah.

Hadits ini juga mengandung pengertian bahwa persahabatan keduanya dilakukan karena Allah. Jika salah satu dari mereka berpaling dari tujuan persahabatan yang sebenarnya (mencari ridha Allah), maka dia akan meninggalkannya. (Ibnu Rajab Al-Hanbali, Fathul Bari : Syarh Shahih Al-Bukhari).

Lantas siapakah yang dimaksud dengan "orang-orang yang mencintai karena keagungn-KU? ".
An-Nawawi menerangkan :
"Mereka adalah orang-orang yang mencintai dengan tujuan agar bisa lebih mentaati Allah, agar bisa saling mengingatkan untuk melaksanakan perintah-perintah- NYA dan menjauhi larangan-larangan- NYA (ber-tawashau bil haqq), dan bukan karena tujuan keduniaan (meraih harta, pangkat, kedudukan, wanita, dsb)".

Al-Qadhi Iyyadh berkata :
"Penyandaran lafal Azh-Zhill (naungan) kepada Allah mengandung arti kepemilikan. Karena setiap naungan adalah milik Allah dan merupakan ciptaan dari kekuasaan-NYA. Dan yang dimaksud dengan naungan disini adalah perlindungan di bawah 'Arsy-NYA, sebagaimana dijelaskan dalam hadits lain yang menerangkan hal tersebut".

Sedangkan maksud dari "hari yang tidak ada naungan selain naungan-NYA" adalah hari kiamat, ketika semua manusia berdiri untuk menghadap Allah, Rabb semesta alam, dan ketika itu matahari direndahkan di atas kepala mereka, dan panasnya semakin bertambah hingga menyebarkan banjir keringat".
Sumber : DR. 'Aidh Al-Qarni, MA -- 40 Hadits Qudsi & Dzikir

Dibuat Oleh: Tim Depko-Fushi 

Selengkapnya >>

Sapaan Hari Ini

Assalaamu'alaikum...warohmatullaahi..wabarakaatuh...

Alhamdulillah wa shalatu wa salaamu "ala Rosulillah wa "ala alihi wa shohbihi wa man tabi'ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin.

Ba'da tahmid wa sholawat Bagaimana kabar keimanan kita hari ini, ikhwah????

Saudaraku, sungguh setiap orang pasti ingin mendapatkan kecintaan 
Allah SWT. Lalu bagaimanakah caara-cara untuk mendapatkan kecintaan tersebut???Sudah seBESAR apakah MAHABBAH kita kepada Sang Robb??? Sudah Siapkah kita untuk menyambut Sakaratul Maut-Nya??
Semoga kita senantiasa mendapatkan kecintaan Allah. Itulah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap detak jantung dan setiap nafasnya.

Mudah-mudahan ini bisa menjadi renungan bagi kita semua untuk senantiasa istiqomah dalam Islam...

Sewaktu masih kecil Husain (cucu Rasulullah Saw.) bertanya kepada ayahnya, Sayidina Ali ra: "Apakah engkau mencintai Allah?" Ali ra menjawab, "Ya". Lalu Husain bertanya lagi: "Apakah engkau mencintai kakek dari Ibu?" Ali ra kembali menjawab, "Ya". Husain bertanya lagi: "Apakah engkau mencintai Ibuku?" Lagi-lagi Ali menjawab,"Ya". Husain kecil kembali bertanya: "Apakah engkau mencintaiku?" Ali menjawab, "Ya". Terakhir Si Husain yang masih polos itu bertanya, "Ayahku, bagaimana engkau menyatukan begitu banyak cinta di hatimu?" Kemudian Sayidina Ali menjelaskan: "Anakku, pertanyaanmu hebat! Cintaku pada kekek dari ibumu (Nabi Saw.), ibumu (Fatimah ra) dan kepada kamu sendiri adalah kerena cinta kepada Allah". Karena sesungguhnya semua cinta itu adalah cabang-cabang cinta kepada Allah Swt. Setelah mendengar jawaban dari ayahnya itu Husain jadi tersenyum mengerti.


Seorang sufi wanita terkenal dari Bahsrah, Rabi'ah Al- Adawiyah (w. 165H) ketika berziarah ke makam Rasul Saw. pernah mengatakan: "Maafkan aku ya Rasul, bukan aku tidak mencintaimu tapi hatiku telah tertutup untuk cinta yang lain, karena telah penuh cintaku pada Allah Swt". Tentang cinta itu sendiri Rabiah mengajarkan bahwa cinta itu harus menutup dari segala hal kecuali yang dicintainya. Bukan berarti Rabiah tidak cinta kepada Rasul, tapi kata-kata yang bermakna simbolis ini mengandung arti bahwa cinta kepada Allah adalah bentuk integrasi dari semua bentuk cinta termasuk cinta kepada Rasul. Jadi mencintai Rasulullah Saw. sudah dihitung dalam mencintai Allah Swt. Seorang mukmin pecinta Allah pastilah mencintai apa-apa yang di cintai-Nya pula. Rasulullah pernah berdoa: "Ya Allah karuniakan kepadaku kecintaan kepada-Mu, kecintaan kepada orang yang mencintai-Mu dan kecintaan apa saja yang mendekatkan diriku pada kecintaan-Mu. Jadikanlah dzat-Mu lebih aku cintai dari pada air yang dingin."


Selanjutnya Rabiah -yang sangat terpandang sebagai wali Allah karena kesalehannya- mengembangkan konsep cinta yang menurut hematnya harus mengikuti aspek kerelaan (ridha), kerinduan (syauq), dan keakraban (uns). Selain itu ia mengajarkan bahwa cinta kepada Tuhan harus mengesampingkan dari cinta-cinta yang lain dan harus bersih dari kepentingan pribadi (dis-interested). Cinta kepada Allah tidak boleh mengharapkan pahala atau untuk menghindarkan siksa, tetapi semata-mata berusaha melaksanakan kehendak Allah, dan melakukan apa yang bisa menyenangkan-Nya, sehingga Ia kita agungkan. Hanya kepada hamba yang mencintai-Nya dengan cara seperti itu, Allah akan menyibakkan diri-Nya dengan segala keindahannya yang sempurna. Rumusan cinta Rabiah dapat di simak dalam doa mistiknya: "Oh Tuhan, jika aku menyembahmu karena takut akan api neraka, maka bakarlah aku di dalamnya. Dan jika aku menyembahmu karena berharap surga, maka campakanlah aku dari sana; Tapi jika aku menyembahmu karena Engkau semata, maka janganlah engkau sembunyikan keindahan-Mu yang abadi."


Dalam kitab Al-Mahabbah, Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa cinta kepada Allah adalah tujuan puncak dari seluruh maqam spiritual dan ia menduduki derajad/level yang tinggi. "(Allah) mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya." (QS. 5: 54). Dalam tasawuf, setelah di raihnya maqam mahabbah ini tidak ada lagi maqam yang lain kecuali buah dari mahabbah itu sendiri. Pengantar-pengantar spiritual seperti sabar, taubat, zuhud, dan lain lain nantinya akan berujung pada mahabatullah (cinta kepada Allah). 

Bayazid Bustami sering mengatakan: "Cinta adalah melepaskan apa yang dimiliki seseorang kepada Kekasih (Allah) meskipun ia besar; dan menganggap besar apa yang di peroleh kekasih, meskipun itu sedikit." Kata-kata arif dari sufi pencetus doktrin fana' ini dapat kita artikan bahwa ciri-ciri seorang yang mencintai Allah pertama adalah rela berkorban sebesar apapun demi kekasih. Cinta memang identik dengan pengorbanan, bahkan dengan mengorbankan jiwa dan raga sekalipun. Hal ini sudah di buktikan oleh Nabi Muhammad Saw., waktu ditawari kedudukan mulia oleh pemuka Quraisy asalkan mau berhenti berdakwah. Dengan kobaran cintanya yang menyala-nyala pada Allah Swt., Rasulullah mengatakan kepada pamannya: "Wahai pamanku, demi Allah seandainya matahari mereka letakkan di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku supaya aku berhenti meninggalkan tugasku ini, maka aku tidak mungkin meninggalkannya sampai agama Allah menang atau aku yang binasa". Ciri kedua dari pecinta adalah selalu bersyukur dan menerima terhadap apa- apa yang di berikan Allah. Bahkan ia akan selalu ridha terhadap Allah walaupun cobaan berat menimpanya.
Jiwa para pecinta rindu untuk berjumpa dan memandang wajah Allah yang Maha Agung.. "Orang orang yang yakin bahwa mereka akan bertemu dengan Tuhan mereka "'(QS. 2: 46).



"Shalat adalah mi'rajnya orang beriman" begitulah bunyi sabda Nabi Saw. untuk menisbatkan kualitas shalat bagi para pecinta. Shalat merupakan puncak pengalaman ruhani di mana ruh para pecinta akan naik ke sidratul muntaha, tempat tertinggi di mana Rasulullah di undang langsung untuk bertemu dengan-Nya. Seorang Aqwiya (orang-orang yang kuat kecintaannya pada Tuhan) akan menjalankan shalat sebagai media untuk melepaskan rindu mereka kepada Rabbnya, sehingga mereka senang sekali menjalankannya dan menanti-nanti saat shalat untuk waktu berikutnya, bukannya sebagai tugas atau kewajiban yang sifatnya memaksa. Ali bin Abi Thalib ra pernah berkata: "Ada hamba yang beribadah kepada Allah karena ingin mendapatkan imbalan, itu ibadahnya kaum pedagang. Ada hamba yang beribadah karena takut siksaan, itu ibadahnya budak, dan ada sekelompok hamba yang beribadah karena cinta kepada Allah Swt, itulah ibadahnya orang mukmin". Seorang pecinta akan berhias wangi dan rapi dalam shalatnya, melebihi saat pertemuan dengan orang yang paling ia sukai sekalipun. Bahkan mereka kerap kali menangis dalam shalatnya. Kucuran air mata para pecinta itu merupakan bentuk ungkapan kerinduan dan kebahagiaan saat berjumpa dengan-Nya dalam sholatnya.

Mencintai Allah Swt. bisa di pelajari lewat tanda-tanda-Nya yang tersebar di seluruh ufuk 
alam semesta. Pada saat yang sama, pemahaman dan kecintaan kepada Allah ini kita manifestasikan ke bentuk yang lebih nyata dengan amal saleh dan akhlakul karimah yang berorientasi dalam segenap aspek kehidupan. 



Mencintai Allah bukan sebatas ibadah vertikal saja (mahdhah), tapi lebih dari itu ia meliputi segala hal termasuk muamalah. Keseimbangan antara hablun minallah dan hablun minannas ini pernah di tekankan oleh Nabi Saw. dalam sebuah hadits qudsi: "Aku tidak menjadikan Ibrahim sebagai kekasih (khalil), melainkan karena ia memberi makan fakir miskin dan shalat ketika orang-orang terlelap tidur". Jadi cinta kepada Allah pun bisa diterjemahkan ke dalam cinta kemanusiaan yang lebih konkrit, misalnya bersikap dermawan dan memberi makan fakir miskin. Sikap dermawan inilah yang dalam sejarah telah di contohkan oleh Abu bakar, Abdurahman bin Auf, dan sebagainya. Bahkan karena cintanya yang besar kepada Allah mereka memberikan sebagian besar hartanya dan hanya menyisakan sedikit saja untuk dirinya. Mencintai Allah berarti menyayangi anak-anak yatim, membantu saudara saudara kita yang di timpa bencana, serta memberi sumbangan kepada kaum dhuafa dan orang lemah yang lain. Dalam hal ini Rasulullah Saw. pernah bersabda ketika ditanya sahabatnya tentang kekasih Allah (waliyullah). Jawab beliau: "Mereka adalah kaum yang saling mencintai karena Allah, dengan ruh Allah, bukan atas dasar pertalian kerluarga antara sesama mereka dan tidak pula karena harta yang mereka saling beri."
Sesungguhnya, ada beberapa hamba Allah yang memperoleh kedudukan pada hari kiamat dengan diiringi oleh para nabi dan para syuhada. Ialah mereka yang saling bercinta karena Allah, saling berkunjung karena Allah, saling bergaul karena Allah. Mereka memperoleh tempat duduk khusus, wajah, dan pakaiannya menyinarkan cahaya.

Allah berseru pada hari Kiamat, “Manakah mereka yang sering berkasih sayang karena Aku?? Demi keagungan dan kebesaran-Ku akan kunaungi mereka hari ini di bawah naungan-Ku, di mana tiada naungan kecuali naungan-Ku.” 
Wallahu 'alam bishowab.


Dibuat Oleh: Tim Ka-Fushi
Selengkapnya >>

Thursday, 1 April 2010

Pidato K.H. Hasyim Asy’ary

Pidato K.H. Hasyim Asy’ary saat Muktamar NU ke-11 tahun 1936 di Banjarmasin.

Assalamu’alaikum wa Rahmatullahi wa barakatuh

Telah sampai kepada saya bahwa di kalangan kalian berkobar api fitnah dan pertentangan. Setelah saya fikir penyebabnya adalah apa yang ada dalam masyarakat zaman ini bahwa mereka telah mengganti Kitab Allah SWT. dan Sunnah Rasul-Nya SAW. Allah SWT berfirman ”Sesungguhnya orang-orang Mukmin bersaudara, maka damaikanlah antara dua saudara kalian…”tapi kenyataannya mereka menjadikan saudara-saudaranya sesama mukmin sebagai musuh. Mereka tidak melakukan perdamaian, tetapi justru melakukan kerusakan terhadap saudara-saudara mereka itu. Rasulullah SAW., bersabda ”janganlah kalian saling iri hati, benci, bertolak belakang, dan bersaing, tetapi jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara”. Tetapi kenyataannya mereka saling dengki, benci, bertolak belakang, bersaing, dan bermusuhan.

Wahai ulama yang fanatik terhadap sebagian madzhab atau terhadap sebagian pendapat ulama, tinggalkanlah kefanatikan kalian dalam furu’ dalam mana ulama menjadi dua pendapat: satu pendapat mengatakan bahwa setiap mujtahid adalah benar. Pendapat lain mengatakan bahwa yang benar hanya satu tetapi yang salah tetap diberi pahala. Tinggalkanlah sifat fanatik dan kecintaan yang dapat mencelakakan ini. Belalah agam Islam. Berjihadlah terhadap orang yang melecehkan al-Qur’an dan sifat-sifat Allah Yang Maha Kasih juga terhadap penganut ilmu-ilmu batil dan akidah-akidah yang sesat. Berjihad terhadap orang semacam ini adalah wajib. Mengapa kalian tidak menyibukkan diri dalam jihad ini.

Wahai kaum Muslimin, di tengah-tengah kalian orang-orang kafir telah merambah ke segala penjuru negeri, maka siapakah dari kalian yang mau bangkit untuk … dan peduli untuk membimbing mereka ke jalan petunjuk?

Maka, wahai para ulama, dalam keadaan seperti ini kalian harus berjihad dan fanatik. Kefanatikan kalian dalam masalah furu’ dan perbuatan kalian menggiring seseorang ke satu madzhab atau satu pendapat ulama maka hal itu tidak diterima oleh Allah SWT. Dan tidak diridhai oleh Rasul-Nya SAW. (Sebenarnya) yang mendorong hal itu hanyalah sifat fanatik, nafsu persaingan dan kedengkian. Seandainya as-Syafi’i, Abu Hanifah, Malik, Ahmad, Ibnu Hajar, dan Ramli hidup pasti mereka sangat tidak menyukai kalian dan tidak bertanggungjawab atas perbuatan kalian itu. Apakah akan diingkari perbedaan pendapat di kalangan ulama?

Kalian melihat melihat banyak orang awam yang jumlahnya hanya Allah Yang tahu, tidak melaksanakan shalat yang balasan atas orang yang tidak melaksanakannya al-Syafi’i, Malik, dan Ahmad adalah dipancung lehernya dengan pedang, sedangkan kalian membiarkan mereka. Bahkan jika salah seorang dari kalian melihat banyak dari tetangganya tidak melaksanakan shalat dia diam saja. Kemudian mengapa kalian mengingkari masalah furu’ dalam mana fuqaha’ berbeda pendapat sementara perbuatan yang secara ijma’ diharamkan seperti zina, judi, dan minum minuman keras dibiarkan? Jika demikian kalian tidak punya ghirah untuk Allah. Ghirah kalian hanya untuk al-Syafi’i dan ibn Hajar sehingga hal ini menyebabkan terpecahnya kalian, terputusnya silaturrahim, berkuasanya orang bodoh, dan jatuhnya wibawa kalian di mata orang banyak. Juga hal tersebut dapat menyebabkan orang bodoh berani berkata yang melecehkan kalian.

Wahai para ulama, apabila kalian melihat ada orang yang mengamalkan suatu amalan berdasarkan pendapat seorang imam yang boleh ditaqlidi dari imam mazhab yang mu’tabarah, sekalipun pendapat itu kurang kuat, jika mereka tidak sependapat dengan kalian, maka kalian jangan bersikap kasar terhadap mereka melainkan bimbinglah mereka secara halus. Jika mereka tidak mau mengikuti kalian jangan jadikan mereka sebagai musuh. Jika ini dilakukan maka perumpamaannya sama dengan orang yang membangun sebuah istana dan pada saat yang sama menghancurkan kota. Janganlah perbedaan itu kalian jadikan sebab perpecahan, pertentangan, dan permusuhan. Ini sungguh merupakan kejahatan umum dan dosa besar yang dapat merobohkan bangunan ummat dan menutup pintu-pintu kebaikan. Demikianlah, Allah melarang hamba-hamba-Nya yang beriman dari pertentangan dan memperingatkan dari hal-hal yang berakibat buruk dan menyakitkan. Allah berfirman ”…dan janganlah kalian berbantah-bantahan yang menyebabkan kalian menjadi gentar dan hilang kekuatan kalian…”

Wahai kaum muslimin, sesungguhnya dalam peristiwa yang terjadi selama ini terdapat banyak pelajaran dan pesan yang dapat diperoleh oleh orang yang berfikir dewasa, lebih banyak dari apa yang dia peroleh dari khutbah dan nasehat para muballigh dan da’i. Peristiwa-peristiwa itu sesungguhnya merupakan ujian setiap saat. Maka apakah sudah saatnya mengambil pelajaran dan peringatan? Dan apakah sudah saatnya kita kembali sadar dari kemabukan dan kelalaian kita dan menyadari bahwa kemenangan kita bergantung pada tolong-menolong dan persatuan diantara kita, juga kesucian hati dan ketulusan di antara kita ? Atau kalau tidak, kita akan tetap dalam perpecahan, sikap tidak mau tolong-menolong, kemunafikan, dengki dan iri serta kesesatan yang abadi. Padahal agama kita satu yaitu Islam, mazhab kita satu yaitu Syafi’iyah, daerah kita satu yaitu Jawa, dan kita semua termasuk Ahlus-Sunnah wa al-Jama’ah. Maka demi Allah sungguh ini adalah cobaan yang nyata dan kerugian besar.

Wahai kaum muslimin bertakwalah kepada Allah, kembalilah kepada Kitab Tuhan kalian, beramallah sesuai dengan Sunnah Nabi kalian. Teladanilah orang-orang saleh sebelum kalian, niscaya kalian akan beruntung dan berbahagia seperti mereka. bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesama kalian. Dan tolong-menolonglah kalian dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan janganlah tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran, niscaya Allah melimpahkan Rahmat dan Ihsan-Nya kepada kalian. Janganlah kalian seperti orang-orang (munafik) yang berkata: ”kami mendengar” padahal mereka tidak mendengarkan.


sumber : http://www.dakwatuna.com/2010/hadhratus-syaikh-ulama-dan-pejuang/
Selengkapnya >>

Monday, 29 March 2010

Khannas si anak iblis

Khannas sejatinya adalah nama salah satu anak iblis yang sangat cerdas. Ketika Nabi Adam as dan Hawa diturunkan oleh Allah dari syurga untuk mendiami bumi datanglah iblis kepada Hawa untuk menyerahkan anak itu. was was untuk diasuh dan digendongnya. iblis berkata kepada Hawa asuhlah anakku ini. gendonglah dia. dan diterima oleh Hawa. 

Setelah iblis pergi. maka datanglah Nabi Adam as. dan ketika Nabi Adam as melihat anak itu maka ia bertanya kepada Hawa. Wahai Hawa. apa - apaan ini ? Hawa menjawab. musuh kita iblis yang menitipkan anaknya ini kepadaku. ia memintaku untuk mengasuh dan menjaganya. 

Lalu Nabi Adam as berkata. bukankah aku telah memberitahukan kepadamu wahai Hawa. janganlah kamu sekali - kali menuruti permintaannya. dialah yang menjebak kita dalam perbuatan maksiat yang kita lakukan sebelumnya. Lalu dengan geram Nabi Adam as meraih anak tersebut kemudian memotong - motongnya sehingga menjadi 4 bagian. dan setiap bagiannya ia gantungkan pada satu pohon. 

Pada hari berikutnya iblis datang kepada Hawa dan menanyakan tentang anaknya. maka Hawapun menjelaskan apa yang telah terjadi dengan anaknya. dan memberitahukan apa yang dilakukan oleh Nabi Adam as. memotong - motongnya dan menggantung setiap bagian potongannya masing - masing di satu pohon. 

Lalu iblis bapaknya anak itu berteriak dengan keras. Yaa Khannaas. Wahai yang tersembunyi. maka potongan anaknya yang berada menggantung di 4 pohon yang berbeda itu menyatu menjadi utuh kembali hidup menjawab panggilan bapaknya. 

Setelah itu kembali iblis tersebut menyerahkan anaknya lagi kepada Hawa. dan oleh Hawa diterima lagi. iblis berpesan sama kepada Hawa. asuhlah dan jagalah anakku ini. Ketika Nabi Adam as kembali. lagi - lagi menemui anak itu. tanpa bertanya kepada Hawa kemudian Nabi Adam as membakar anak itu di atas gundukan kayu. kemudian membawa abu bekas pembakaran itu ke laut dan menebarkannya disana. 

Keesokan harinya iblispun datang kembali kepada Hawa untuk melihat anaknya yang dititipkan kepada Hawa. iblis bertanya kepada Hawa. Wahai Hawa. dimanakah anakku ?. lalu Hawa pun memberitahukan apa yang telah dilakukan oleh Nabi Adam as terhadap anaknya. iblis pun segera berlari dengan cepat menuju ke laut dan berteriak memanggil anaknya. Yaa Khannaas. maka anak iblis yang sudah menjadi abu dan ditebarkan oleh Nabi Adam as bersama ombak. datang menyatu hidup kembali utuh menjawab panggilan bapaknya. 

Dan untuk ketiga kalinya anak itu kembali diserahkan oleh iblis kepada Hawa. dan kembali lagi - lagi Hawa menerimanya. iblis berpesan yang sama kepada Hawa. asuhlah dan jagalah anakku ini. 


Nabi Adam as akhirnya naik pitam ketika melihat kembali anak itu. maka Nabi Adam segera menyembelihnya dan memanggangnya. lalu Nabi Adam as meminta Hawa menemaninya untuk memakan panggangan anak iblis itu sampai habis tak tersisa. 

Pada hari berikutnya iblis pun datang kembali untuk melihat keadaan anaknya. namun ia tidak melihat anaknya. dan kembali bertanya kepada Hawa tentang keberadaan anaknya. Hawa kemudian menceritakan perihal yang telah dilakukan oleh Nabi Adam as dan dirinya yang telah memanggang anaknya dan memakannya sampai habis. . 

Lagi - lagi iblis berteriak untuk memanggil anaknya. Yaa Khannaas. seketika bagian - bagian anak itu pun keluar dari perut Nabi Adam as dan perut Hawa. anak itu hidup kembali menjawab panggilan bapaknya. tiba - tiba dihadapan bapaknya. anak iblis ini berkata kepada bapaknya. AKU SUDAH KERASAN DISANA. BIARKAN AKU TINGGAL DISANA. DI DALAM TUBUH ADAM DAN HAWA. lalu bapaknya kemudian mengijinkannya dengan berkata kepada anaknya. KALAU MEMANG BEGITU YANG KAMU INGINKAN. MAKA ITULAH TEMPAT TINGGALMU DARI SEKARANG. YAITU DI DALAM DADA ADAM DAN SEMUA KETURANANNYA. . fii shuduurinnaas. 

Riwayat ini disampaikan oleh At Tirmidzi Al Hakim dalam Kitab Nawadir Al Ushul dari Wahab bin Munabbih dan dinukil Imam Al Qurtubhi dalam Kitab Tafsirnya. 

Sebutan khannas itu diberikan karena ia sering bersembunyi. sehingga iblis itu akan selalu menetap di hati anak cucu Adam. apabila mereka lengah maka ia akan membisik - bisikan kejahatan dan kemaksiatan dengan kalimat - kalimat indah yang mengalir dalam darah manusia. namun apabila mereka ingat dan berdzikir kepada Allah maka ia akan mundur dan tersudut. dia bersembunyi. 

Rasulullah SAW bersabda. Sesungguhnya syetan meletakkan hidungnya di dalam kalbu anak cucu Adam. Apabila mereka mengingat Allah maka ia akan mundur namun jika mereka melupakan Allah maka ia akan menggenggam kalbu mereka dan membisikkannya ( As Suyuthi dalam Ad Durr Al Mantsur 6/420 dari Ibnu Abi Dunya, Juga diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dari Anas ra ). 

Imam At Taimi mengatakan bahwa yang pertama kali terpengaruh oleh bisikan syetan dan iblis adalah mengenai wudhu. apakah ia masih mempunyai wudhu atau sudah batal. sedangkan riwayat dari Ibnu Jubair dari Ibnu Abbas mengatakan bahwa. akibat dari bisikan iblis ini ada 2 bentuk. yaitu membuat seseorang berpaling dari hidayah dan membuat seseorang dipenui dengan keragu - raguan ( Al Mawardi dalam Kitab Tafsirnya ). 

Dia mengalir di dalam aliran darah setiap manusia. dia mengintai setiap saat tanpa henti. tanpa kita menyadarinya. dzikrullaah. dzikrullaah. dzikrullaah. selalu mengingat Allah dimanapun hamba berada yang bisa menyelamatkan dari bahaya besar ini.


Ditulis Oleh: Erna Yuliana
Selengkapnya >>

Friday, 26 March 2010

SEMENIT SAJA

SEMENIT SAJA ...
  
Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke masjid
untuk disumbangkan; tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!

Betapa lamanya melayani Allah selama lima belas menit namun
betapa singkatnya kalau kita melihat film.

betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun
betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman
tanpa harus berpikir panjang-panjang.

Betapa asyiknya apabila pertandingan bola dip erpanjang waktunya ekstra namun
kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa.

Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Al-qur'an tapi
betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.

Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser namun
lebih senang berada di saf paling belakang ketika berada di Masjid

Betapa Mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata, namun
alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa.

Betapa sulitnya untuk menye diakan waktu untuk sholat 5 waktu; namun
betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada
saat terakhir untuk event yang menyenangkan.

Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam al qur'an; namun
betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.

Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran namun
betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci AlQuran.

Betapa Takutnya kita apabila dipanggil Boss dan cepat-cepat menghadapnya namun
betapa kita berani dan lamanya untuk menghadapNya saat kumandang azan menggema.

Betapa setiap orang ingin masuk sorga seandainya tidak perlu untuk percaya atau
berpikir,atau mengatakan apa-apa,atau berbuat apa-apa.

Betapa kita dapat menyebarkan seribu
lelucon melalui e-mail, dan menyebarluaskannya dengan 
FORWARD
kalau ada mail yang isinya tentang Kerajaan Allah betapa seringnya kita ragu-ragu, enggan membukanya dan mensharingkannya, serta langsung klik pada icon
seperti api; namun 
DELETE.
ANDA TERTAWA ...? atau ANDA BERPIKIR-PIKIR. ..? Sebar luaskanlah Sabda-Nya, bersyukurlah kepada ALLAH, YANG MAHA BAIK,PENGASIH DAN PENYAYANG. Apakah tidak lucu apabila anda tidak memFORWARD pesan ini.
Betapa banyak 
orang tidak akan menerima pesan ini, karena anda tidak yakin bahwa mereka masih percaya akan sesuatu?
Maha suci Allah SWT yang Maha Tinggi Yang kepadaNyalah setiap yang hidup akan kembali.



Ditulis Oleh: Prayogi Arifianto
Selengkapnya >>

Kisah Sepotong Kain Putih

Hari ini ada ribuan gulung kain, diperjual-belikan di pasar-pasar di
kota ini,
Hari ini ada sedemikian banyak kain putih, yang sedang dibeli, diukur
dan dipotong,
Hari ini ada sedemikian banyak kain putih yang siap digunakan sebagai
kain kafan,
Hari ini ada sedemikian banyak kain kafan yang seolah bertanya untuk
siapa ia akan dibeli.

Esok hari, siapa gerangan pembeli berikutnya,
Bisa jadi kain putih itu akan dibeli orang yang tidak kita kenal,
Bisa jadi kain putih itu kita sendiri yang membelinya untuk tetangga
atau keluarga terdekat kita,
Bisa jadi seseorang sedang membelikannya untuk jenazah kita yang
sedang menunggu dikubur,

Engkau boleh saja tertawa, tapi bisa jadi kain kafanmu ada di truk
pengirim barang yang sedang diparkir di pinggir toko kain itu,
Engkau boleh saja berencana, tapi bisa jadi kain kafanmu sedang
dipesan si pemilik toko,
Engkau boleh saja tidur nyenyak, tapi bisa jadi seorang penenun
sedang memintal kain kafanmu.
Engkau boleh saja menikmati keindahan alam pertanian, tapi boleh jadi
seorang petani sedang memanen kapas bahan kain kafanmu.

Kita tidak tahu kapan hidup kita berakhir,
Kita juga tidak tahu kain kafan mana yang akan menemani kita di
kuburan,
Tapi yang jelas kain itu ada di suatu tempat,

Kain putih itu sendiri tidak pernah tahu kepada siapa ia akan
digunakan,
Seandainya ia bisa berbicara, tentu ia akan meminta agar digunakan
pada orang soleh yang selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan
berikutnya.



Ditulis Oleh: Ahmad Farizal
Selengkapnya >>

Thursday, 25 March 2010

Jadi IKHWAN Jangan CENGENG... (jadi AKHWAT juga tau...)

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dikasih amanah pura-pura batuk..
Nyebutin satu persatu kerjaan biar dikira sibuk..
Afwan ane sakit.. Afwan PR ane numpuk..
Afwan ane banyak kerjaan, kalo nggak selesai bisa dituntut..
Afwan ane ngurus anu ngurus itu jadinya suntuk..
Terus dakwah gimana? digebuk?

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dikit-dikit dengerin lagunya edcoustic..
udah gitu yang nantikanku di batas waktu, bikin nyelekit..
Ke-GR-an tuh kalo ente melilit..
Kesehariannya malah jadi genit..
Jauh dari kaca jadi hal yang sulit..
Hati-hati kalo ditolak, bisa sakiiiittt.. .

Jadi Ikhwan jangan cengeng...
Dikit-dikit SMSan sama akhwat pake Paketan SMS biar murah..
Rencana awal cuma kirim Tausyiah..
Lama-lama nanya kabar ruhiyah.. sampe kabar orang rumah..
Terselip mikir rencana walimah?
Tapi nggak berani karena terlalu wah!
Akhirnya hubungan tanpa status aja dah!

Jadi Ikhwan jangan cengeng...
Abis nonton film palestina semangat membara..
Eh pas disuruh jadi mentor pergi entah kemana..
Semangat jadi penontonnya luar biasa..
Tapi nggak siap jadi pemainnya.. yang diartikan sama dengan hidup sengsara..
Enak ya bisa milih-milih yang enaknya aja..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ngumpet-ngumpet buat pacaran..
Ketemuan di mol yang banyak taman..
Emang sih nggak pegangan tangan..
Cuma lirik-lirikkan dan makan bakso berduaan..
Oh romantisnya, dunia pun heran..
Kalo ketemu Murabbi atau binaan..
Mau taruh di mana tuh muka yang jerawatan?
Oh malunya sama Murabbi atau binaan?
Sama Allah? Nggak kepikiran..
Yang penting nyes nyes romantis semriwing asoy-asoy-yaannn. .

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Disuruh infaq cengar-cengir. .
Buat beli
tabloid bola nggak pake mikir..
Dibilang kikir marah-marah dah tuh bibir..
Suruh tenang dan berdzikir..
Malah tangan yang ketar-ketir. .
Leher saudaranya mau dipelintir!

Jadi Ikhwan jangan cengeng...
Semangat dakwah ternyata bukan untuk amanah..
Malah nyari Aminah..
Aminah dapet, terus Walimah..
Dakwah pun hilang di hutan antah berantah..
Dakwah yang dulu kemanakah?
Dakwah kawin lari.. lari sama Aminah..
Duh duh... Amanah Aminah..
Dakwah.. dakwah..
Kalah sama Aminah..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Buka facebook liatin foto akhwat..
Dicari yang mengkilat..
Kalo udah dapet ya tinggal sikat..
Jurus maut Ikhwan padahal gak jago silat..
"Assalammu'alaykum Ukhti, salam ukhuwah.. udah kuliah? Suka coklat?"
Disambut baik sama ukhti, mulai berpikir untuk traktir Es Krim Coklat ..
Akhwatnya terpikat..
Mau juga ditraktir secara cepat..
Asik, akhirnya bisa jg ikhtilat...
yaudah.. langsung TEMBAK CEPAT!
Akhwatnya mau-mau tapi malu bikin penat..
badan goyang-goyang kayak ulat..
Ikhwannya nyamperin dengan kata-kata yang memikat..
Kasusnya sih kebanyakan yang 'gulat'..
Zina pun menjadi hal yang nikmat..
Udah pasti dapet laknat..
Duh.. maksiat.. maksiat...

Jadi Ikhwan jangan cengeng...
Ilmu nggak seberapa hebat..
Udah mengatai Ustadz..
Nyadar diri woi lu tuh lulusan pesantren kilat..
Baca qur'an tajwid masih perlu banyak ralat..
Lho kok udah berani nuduh ustadz..
Semoga tuh otaknya dikasih sehat..

Jadi Ikhwan jangan cengeng...
Status facebook tiap menit ganti..
Isinya tentang isi hati..
Buka-bukaan ngincer si wati..
Nunjukkin diri kalau lagi patah hati..
Minta komen buat dikuatin biar gak mati bunuh diri..
Duh duh.. status kok bikin ruhiyah mati..
Dikemanakan materi yang ustadz sampaikan tadi?

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ngeliat ikhwan-ikhwan yang lain deket banget sama akhwat mau ikutan..
Hidup jadi kayak sendirian di tengah hutan rambutan..
Mau ikutan tapi udah tau kayak gitu nggak boleh.. tau dari pengajian..
Kepala cenat-cenut kebingungan. .
Oh kasihan.. Mendingan cacingan..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ngeliat pendakwah akhlaknya kayak preman..
Makin bingung nyari teladan..
Teladannya bukan lagi idaman..
Hidup jadi abu-abu kayak mendungnya awan..
Mau jadi putih nggak kuat nahan..
Ah biarlah kutumpahkan semua dengan cacian makian..
Akhirnya aku ikut-ikutan jadi preman..
Teladan pun sekarang ini susah ditemukan..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Diajakain dauroh alasannya segudang..
Semangat cuma pas diajak ke warung padang..
Atau maen game bola sampe begadang..
Mata tidur pas ada lantunan tilawah yang mengundang..
Tapi mata kebuka lebar waktu nyicipin lauk rendang..
Duh.. berdendang.. .

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Bangga disebut ikhwan.. hati jadi wah..
Tapi jarang banget yang namanya tilawah..
Yang ada sering
baca komik naruto di depan sawah..
Hidup sekarang jadinya agak mewah..
Hidup mewah emang sah..
Tapi.. kesederhanaan yang dulu berakhir sudah?

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dulunya di dakwah banyak amanah..
Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah..
Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah..
Akhirnya timbul perasaan sudah pernah berdakwah..
Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang dakwah..
Anak baru dipandang dengan mata sebelah..
Akhirnya diam dalam singgasana kenangan dakwah..
Dari situ bilang.. Dadaaahhh.. Saya dulu lebih berat dalam dakwah..
Lanjutin perjuangan saya yah...

Jadi Ikhwan jangan cengeng...
Nggak punya duit jadinya nggak dateng Liqo..
Nggak ada motor yaa halaqoh boro-boro..
Murabbi ikhlas dibikin melongo..
Binaan nggak ada satupun yang ngasih info..
Ngeliat binaan malah pada nonton tv liat presenter homo..
Adapula yang tidur sambil meluk bantal guling bentuk si komo..

Oh noo...

Jadi Ikhwan jangan cengeng...
Jadi Ikhwan jangan cengeng...
Jadi Ikhwan jangan cengeng...
Jadi Ikhwan jangan cengeng...
Jadi Ikhwan jangan cengeng...

Akhi... banyak sekali sebenarnya masalah Ikhwan..
Dimanapun harokahnya.. .

Akhi.. Di saat engkau tak mengambil bagian dari dakwah ini..
Maka akan makin banyak Ikhwan lain yang selalu menangis di saat mereka mengendarai motor.. Ia berani menangis karena wajahnya tertutup helm... Ia menangis karena tak kuat menahan beban amanah dakwah..

Akhi.. Di saat engkau kecewa oleh orang yang dulunya engkau percaya.. Ikhwan-ikhwan lain sebenarnya lebih kecewa dari mu.. mereka menahan dua kekecewaan.. kecewa karena orang yang mereka percaya.. dan kecewa karena tidak diperhatikan lagi olehmu.. tapi mereka tetap bertahan.. menahan dua kekecewaan.. . karena mereka sadar.. kekecewaan adalah hal yang manusiawi.. tapi dakwah harus selalu terukir dalam hati..

Akhi.. disaat engkau menjauh dari amanah.. dengan berbagai alasan.. sebenarnya, banyak ikhwan di luar sana yang alasannya lebih kuat dan masuk akal berkali-kali lipat dari mu.. tapi mereka sadar akan tujuan hidup.. mereka memang punya alasan.. tapi mereka tidak beralasan dalam jalan dakwah.. untuk Allah.. demi Allah.. mereka.. di saat lelah yang sangat.. masih menyempatkan diri untuk bangun dari tidurnya untuk tahajjud.. bukan untuk meminta sesuatu.. tapi mereka menangis.. curhat ke Allah.. berharap Allah meringankan amanah mereka.. mengisi perut mereka yang sering kosong karena uang habis untuk membiayai dakwah...

Akhi.. Sungguh.. dakwah ini jalan yang berat.. jalan yang terjal.. Rasul berdakwah hingga giginya patah.. dilempari batu.. dilempari kotoran.. diteror.. ancaman pembunuhan.. ... dakwah ini berat akhi.. dakwah ini bukan sebatas teori.. tapi pengalaman dan pengamalan.. . tak ada kata-kata 'Jadilah..!' maka hal itu akan terjadi.. yang ada 'jadilah!' lalu kau bergerak untuk menjadikannya. . maka hal itu akan terjadi.. itulah dakwah... ilmu yang kau jadikan ia menjadi...

Akhi.. jika saudaramu selalu menangis tiap hari..
Bolehkah mereka meminta sedikit bantuanmu..? meminjam bahumu..? berkumpul dan berjuang bersama-sama. ..?
Agar mereka dapat menyimpan beberapa butir tangisnya.. untuk berterima kasih padamu..
Juga untuk tangis haru saat mereka bermunajat kepada Allah dalam sepertiga malamnya..
"Yaa Allah.. Terimakasih sudah memberi saudara seperjuangan kepadaku.. demi tegaknya Perintah dan laranganMu.. . Kuatkanlah ikatan kami..."

"Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu dalam da’wah kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu."

"Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah pudar."

"Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu."

"Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong. Yaa Allah, kabulkanlah. Yaa Allah, dan sampaikanlah salam sejahtera kepada junjungan kami, Muhammad SAW, kepada para keluarganya, dan kepada para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka."

Aamiin Allahumma aamiin.

~~~
Tulisan ini diperuntukkan untuk yang merasa.. sama sepertiku yang juga merasa... Semoga dikuatkan.. Amiieenn...

Depok, 18 Maret 2010
Muhammad Maula Nurudin Al-haq

*Doa Rabithah di atas silahkan ditanggapi jika ada yang mau menanggapi..

Wallahu A'lam...

Selengkapnya >>

Wednesday, 24 March 2010

Tahukah Engkau, Di Mana Ia Bersemayam?!

 Tahukah engkau, di mana ia bersemayam?
Dialah saudaramu... ke mana ia melangkah?
Sanggupkah matamu memandangnya?
Sedang matanya tak sanggup menatapmu?

Saudaramu hidup laksana sejarah
Berjalan beriringan mengikuti langkahmu
Tanpa bahasa yang dapat menyapa
Bercucur air mata jika bersua
Jika bumi menghimpitnya
Hanya hatimu tempat mengadu

Engkau bermurah hati tanpa pamrih
Memupus duka nestapa yang ia derita
Engkau memikul beban berat tanggungannya
Ketika letih pilu merasuk kedua bahunya
Jika bumi menghimpitnya
Hanya hatimu tempat mengadu

Engkau selimutkan tirai di sekujur tubuhnya
Ketika setan datang memperdayanya
Engkau tersenyum bangga dengan ranum buah akhiratmu
Engkau bahagia pula dengan kesuburan
Ladang dunia saudaramu
Jika bumi menghimpitnya
hanya hatimu tempat mengadu

***

dikutip dari lirik nasyid Da'wah

Sumber: Buku Virus-Virus Ukhuwah
Ditulis ulang oleh: Fushilat2004
Selengkapnya >>

Tuesday, 23 March 2010

Kepada PPK ( Para Pencari Kerja ) dan Para Pekerja

Percaya gak, setiap manusia telah diberi rejeki. Tidak ada satu pun
makhluk melata yang Allah ciptakan, kecuali sudah dengan
rejekinya. "Wa maa min dzaaabbatiin fil ardh illa 'alallaahi
rizquhaa." - Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi
melainkan Allah-lah yang Memberi rejekinya. (Q.S. Hud : 11 – 6).

Selengkapnya >>

Monday, 22 March 2010

Komitmen Kita

Oleh: Erina RJ



Komitmen kita dalam dakwah merupakan gambaran komitmen kita dalam beribadah. Ketika kita lemah, malas, atau bahkan meninggalkan dakwah ini, maka seperti itulah cerminan ibadah kita. Periksa kembali ibadah kita. Mungkin ada yang salah didalamnya. Ada yang harus diperbaiki. Selam kembali dasar lautan hati kita sampai kita menemukan Mutiara keteguhan, keikhlasan, dan kesabaran.

Biarkanlah mereka mengatakan jalan dakwah yang kupilih ini adalah jalan yang berat. Namun bagiku, inilah jalan terbaik untuk menuju Kabahagiaan yang hakiki. Biarkan mereka mengatakan jalan yang kupilih ini adalah jalan yang penuh duri. Tapi bagiku, tusukan-tusukannya sudah menjadi kenikmatan yang tidak akan pernah mereka rasakan. Biarkan mereka mengatakan bahwa jalan yang kupilih ini adalah api yang akan membakar hangus seluruh tubuhku. Tapi bagiku, Ia sudah menjadi sesuatu yang memberi kesejukan dalam hidupku.

Biarkan mereka mengatakan jalan yang kupilih ini melelahkan. Tapi bagiku jalan ini adalah seperti oase di padang gersang ketika orang yang melintasinya merasa kehausan. Biarkan mereka mengatakan jalan yang kupilih ini akan membuatku miskin. Tapi bagiku, jalan ini menjadikanku merasa orang terkaya di dunia. Biarkan mereka mengatakan jalan yang kupilih ini adalah jalan yang membikin linglung. Tapi bagiku, jalan ini telah menjadikanku tegar setegar Bongkahan batu karang yang diterjang Ombak membadai.

Di jalan ini aku telah menemukan Cinta. Cinta suci dan hakiki. Ia telah mengajariku tentang Indahnya berjuang. Ia telah mengajariku tentang kenikmatan berkorban. Ia telah mengajariku tentang kebahagiaan bersabar. Ia telah mengajariku tentang kemanisan lautan ikhlas.

Adakah yang lebih baik di dalam hidup ini selain bekerja sama dengan Allah ? Adakah pekerjaan yang lebih baik di dunia ini selain menjadi Pelayan Allah sang Khalik ? Kalau memang tidak ada, lalu apa yang membuatmu wahai diri untuk tidak melaksanakannya.

Mungkinkah disebabkan karena jaminan laba yang kita dapatkan dalam bentuk harta tidak menjanjikan ? Atau mungkin karena ia tidak akan menjadikan kita manusia terpandang di mata manusia ? atau mungkin juga karena tidak adanya pasilitas kemewahan duniawi yang akan kita peroleh ?

Bukankah Allah telah membeli harta dan Jiwa kita dengan syurganya yang menawan ? Sungguh Maha pemurah Allah Azza Wajalla. Ia memberikan kita modal yang sangat banyak. Modal yang seharusnya kita gunakan untuk "berbinis" di jalanNya. Tapi kemudian Allah membelinya dengan kenikmatan Jannahnya. Padahal seandainya Allah mau, Dia bisa saja mengambil semuanya dari kita tanpa meminta persetujuan kita.

Sungguh beruntung orang-orang yang telah memanfaatkan modalnya dengan baik. Sungguh beruntung orang-orang yang telah berinvestasi di jalan kemuliaan. Karena disana mereka akan terus menemukan keuntungan-keuntungan yang tidak akan mungkin akan tertandingi oleh apapun. Bahkan seluruh langit dan bumi beserta seisinya sekalipun.

Butuh kesabaran dan keikhlasan memang untuk memperolehnya.

Sabar dalam beramal, itulah karakter para pejuang. Ikhlas dalam beramal, itulah prinsip para pejuang. Karena sesungguhnya, Sakit didunia akan menjadi kuat ketika kita mengingat keuntungan yang akan kita peroleh di Akhirat nanti. Sedih di dunia akan menjadi kebahagiaan ketika mengingat Syurganya. Penderitaan di dunia menjadi nikmat ketika hanya KeridhaanNya yang kita tuju.

Sabarlah dalam berjuang dan berkorban Saudaraku. Ikhlaskan apa yang kita miliki untuk menuju pertemuan denganNya. Pertemuan dengan para Nabi dan Rasul. Pertemuan dengan orang-orang beriman. Pertemuan dengan para pejuang Badar. Pertemuan dengan para Syuhada. Dan Pertemuan dengan Allah yang maha Gagah, Maha Indah dan Maha Sempurna.
Selengkapnya >>

Nasihat Untuk yang Sedang Berjuang di Jalan Dakwah Ini

Salam ikhwah,
Berikut ini adalah sebuah renungan untuk kita semua sebagai aktivis dakwah yang senantiasa berjuang di jalan Alloh SWT..... Silahkan direnungkan tulisan ini:
“Akhi, dulu ana merasa semangat saat aktif dalam da’wah. Tapi belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat ternyata ikhwah banyak pula yang aneh-aneh…” Begitu keluh kesah seorang kader dakwah kepada murobbinya di suatu malam.
Sang murobbi hanya terdiam, mencoba terus menggali semua kecamuk dalam diri mad’unya. “Lalu, apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu “? sahut sang murobbi setelah sesaat termenung.
“Ana ingin berhenti saja, keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa dengan perilaku beberapa ikhwah yang justru tak Islami. Juga dengan organisasi da’wah yang ana geluti ; kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila begini terus, ana lebih baik sendiri saja..” jawab ikhwah itu.
Sang murobbi termenung kembali. Tak tampak raut terkejut dari roman wajahnya. Sorot matanya tetap terlihat tenang, seakan jawaban itu memang sudah diketahuinya sejak awal. “Akhi, bila suatu kali antum naik sebuah kapal mengarungi lautan luas, kapal itu ternyata sudah amat bobrok. Layarnya banyak berlubang, kayunya banyak yang keropos bahkan kabinnya bau kotoran manusia. Lalu, apa yang antum lakukan untuk tetap sampai pada tujuan ?” Tanya sang murobbi dengan kiasan bermakna dalam.
Sang mad’u terdiam berpikir. Tak kuasa hatinya mendapat umpan balik sedemikian tajam melalui kiasan yang amat tepat.
“Apakah antum memilih untuk terjun ke laut dan berenang sampai tujuan “? sang murobbi mencoba memberi opsi. “Bila antum terjun ke laut, sesaat antum akan merasa senang. Bebas dari bau kotoran manusia, merasakan kesegaran air laut, atau bebas bermain dengan lumba-lumba. Tapi itu hanya sesaat. Berapa kekuatan antum untuk berenang sampai tujuan ? Bagaimana bila ikan hiu datang ? Darimana antum mendapat makan dan minum ? Bila malam datang, bagaimana antum mengatasi hawa dingin ? serentetan pertanyaan dihamparkan di hadapan sang ikhwan tersebut.
Tak ayal, sang ikhwan menangis tersedu. Tak kuasa rasa hatinya menahan kegundahan sedemikian. Kekecewaannya kadang memuncak, namun sang murobbi yang dihormatinya justru tak memberi jalan keluar yang sesuai dengan keinginannya.
“Akhi, apakah antum masih merasa bahwa jalan da’wah adalah jalan yang paling utama menuju ridho Allah SWT ?” ( Pertanyaan menohok ini menghujam jiwa sang ikhwah. Ia hanya mengangguk. Bagaimana bila ternyata mobil yang antum kendarai dalam menempuh jalan itu ternyata mogok ? antum akan berjalan kaki meninggalkan mobil itu tergeletak di jalan, atau mencoba memperbaikinya ? Tanya sang murobbi lagi.
Sang ikhwah tetap terdiam dalam sesenggukkan tangis perlahannya. Tiba-tiba ia mengangkat tangannya …” Cukup akhi, cukup. Ana sadar. Maafkan ana, Insya Allah ana akan tetap istiqomah. Ana berda’wah bukan untuk mendapat medali kehormatan. Atau agar setiap kata-kata ana diperhatikan.. Biarlah yang lain dengan urusan pribadi masing-masing. Biarlah ana tetap berjalan dalam da’wah. Dan hanya jalan ini saja yang akan membahagiakan ana kelak dengan janji-janji- Nya. Biarlah segala kepedihan yang ana rasakan jadi pelebur dosa-dosa ana ..” sang mad’u berazzam di hadapan sang murobbi yang semakin dihormatinya.
Sang murobbi tersenyum. “Akhi, jama’ah ini adalah jama’ah manusia. Mereka adalah kumpulan insan yang punya banyak kelemahan. Tapi dibalik kelemahan itu, masih amat banyak kebaikan yang mereka miliki. Mereka adalah pribadi-pribadi yang menyambut seruan untuk berda’wah. Dengan begitu, mereka sedang berproses menjadi manusia terbaik pilihan..” papar sang murabbi.
“ Bila ada satu-dua kelemahan dan kesalahan mereka, janganlah hal itu mendominasi perasaan antum. Sebagaimana Allah ta’ala menghapus dosa manusia dengan amal baik mereka, hapuslah kesalahan mereka di mata antum dengan kebaikan-kebaikan mereka terhadap da’wah selama ini. Karena di mata Allah, belum tentu antum lebih baik dari mereka.
Futur, mundur, kecewa atau bahkan berpaling menjadi lawan bukanlah jalan yang masuk akal. Apabila setiap ketidaksepakatan selalu disikapi dengan jalan itu; maka kapankah da’wah ini dapat berjalan baik “? sambungnya panjang lebar.
Sang mad’u termenung merenungi setiap kalimat murobbinya. Azzamnya memang kembali menguat. Namun ada satu hal tetap bergelayut di hatinya. “Tapi, bagaimana ana bisa memperbaiki organisasi da’wah dengan kapasitas ana yang lemah ini ?” sebuah pertanyaan konstruktif akhirnya muncul juga.
“Siapa bilang kapasitas antum lemah ? Apakah Allah mewahyukan kepada antum ? Semua manusia punya kapasitas yang berbeda. Namun tak ada yang bisa menilai bahwa yang satu lebih baik dari yang lain !” sahut sang murobbi.
“Bekerjalah dengan ikhlas. Berilah taushiyah dalam kebenaran, kesabaran, dan kasih sayang pada semua ikhwah yang terlibat dalam organisasi itu. Karena peringatan selalu berguna bagi orang yang beriman. Bila ada sebuah isu atau gossip, tutuplah telinga antum dan bertaubatlah. Singkirkan segala ghibah antum terhadap saudara antum sendiri. Dengan itulah, Bilal yang mantan budak hina menemui kemuliaannya…”
Malam itu sang mad’u menyadari kesalahannya. Ia bertekad untuk tetap berputar bersama jama’ah dalam mengarungi jalan da’wah.
Kembalikan semangat itu saudaraku, jangan biarkan asa itu hilang, dihempas gersangnya debu ‘wahn’ yang begitu kencang menerpa. Biarkan amal-amal ini semua menjadi saksi, sampai kita diberi satu dari dua kebaikan oleh ALLAH SWT: kemenangan atau mati syahid.
Selengkapnya >>

Isi Buku




Live Traffic Map

About This Blog

Blog Ukhuwah dan Silaturrohim Angkatan 2004 PNJ

Anggota

Blog Stats

PageRank


Guestbook

  © Blogger template 'Perfection' by Ourblogtemplates.com 2008 | Edited by IndrakidzDotNet  ©2010

Kembali ke ATAS