Pergi ke BAWAH  

Friday, 26 March 2010

Kenikmatan Hati dan Nafs

Kenikmatan yang dirasakan oleh orang yang berhati bersih tidak sama
dengan kenikmatan orang yang terbelenggu oleh nafs. Kenikmatan hati
adalah kenikmatan yang sebenarnya. Orang-orang yang berhati bersih
menikmati berbagai kebajikan, merasakan kesenangan batin dan
berkelana dengan pikiran-pikiran baiknya. Sudah menjadi kebiasaan
orang-orang yang berhati bersih untuk mencari tempat-tempat yang
sepi kemudian menikmatinya, terutama pekuburan. Tempat yang secara
langsung mengajarkan bahwa semua orang akan tinggal di sana. Orang-
orang yang berhati bersih menikmati berbagai kebajikan yang dijauhi
oleh mereka yang terbelenggu oleh berbagai kenikmatan nafs. Keduanya
memiliki perbedaan yang sangat besar.

Orang yang berhati bersih akan merasa cukup dengan sedikit harta
(qanaah), menyukai semangat yang muncul dari pikiran mereka dan
menikmati batin serta taman-taman pemikiran mereka. Sedangkan
kenikmatan orang yang terbelenggu oleh nafs kadang sulit didapat dan
melelahkan, seperti usaha untuk menumpuk harta tetapi tidak
menyedekahkannya, usaha untuk membalas dendam dan usaha untuk
menghindari musuh dan penentang. Semua usaha ini melelahkan. Demi
memenuhi keinginan syahwat yang hina, manusia rela melakukan
berbagai dosa besar.

Orang yang berhati bersih merasa kaya meskipun tak memiliki harta.
Demikianlah sifat orang-orang yang memiliki kenikmatan. Walau hanya
memiliki sedikit teman, mereka tetap memburu kemuliaan. Mereka
mengatur waktu dengan seksama. Jika Allah memberinya makanan yang
hanya cukup untuk satu hari, merekapun bersyukur dan memandangnya
sebagai nikmat yang paling sempurna. Sebab, keadaan orang yang
menumpuk-numpuk dan menyombongkan harta sangat berbahaya, sedikit
dari mereka yang selamat. Kecuali, orang yang bersyukur dan
mendermakan hartanya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan dan
menghindari sikap kikir yang tercela. Sangat sedikit orang kaya yang
mau berbuat seperti ini, sebab sebagian besar dari mereka hanya
memperoleh sedikit taufik, khususnya di zaman ini, zaman di mana
sifat kikir telah menguasai jiwa.

Nabi Isa berkata:

"Kukatakan kepada kalian, sesungguhnya seekor onta lebih mudah
memasuki lubang jarum daripada orang kaya masuk ke surga."

Maksud sabda Nabi Isa di atas yaitu masuk surga tanpa hisab.

Diriwayatkan bahwa Allah SWT berkata kepada Nabi Musa as:

"Wahai Musa, jika engkau melihat seorang fakir datang, maka
katakanlah kepadanya, "selamat datang syiar kaum sholihin." Dan jika
engkau melihat orang kaya datang, maka katakanlah, "Inilah dosa yang
disegerakan siksanya." Wahai Musa jangan lupakan Aku, sebab ketika
seseorang melupakanKu, dia akan berbuat banyak dosa. Dan jangan
merasa senang dengan memiliki banyak harta, sebab banyak harta akan
mengeraskan hati."

Wahai saudaraku ketahuilah, orang-orang sebelum kita hidup di zaman
yang baik. Mereka hidup di zaman yang baik, selalu memandang orang-
orang yang mulia dan cerdas, besikap shidq dalam mencapai semua
tujuannya dan berlomba-lomba mengamalkan sunnah. Hati merekapun
menjadi bersih. Setelah zaman yang baik ini berlalu, penghuninya
pergi, kebaikan pun hilang. Mereka yang hidup di akhir zaman tidak
merasakan nikmatnya akhlak mulia serta tidak menyaksikan orang-orang
yang shidq. Akhirnya mereka mencari kenikmatan lain; kenikmatan yang
rendah dan melelahkan. Mereka tidak merasakan berbagai kenikmatan
mulia yang diperoleh orang-orang zaman dahulu.

Telah kami jelaskan bahwa nafs harus disibukkan dengan sesuatu.
Begitulah fitrah nafs, seperti api, maksudnya, nafs selalu
membutuhkan kesibukan seperti api membutuhkan kayu baker. Jika
mampu, nafs akan mencari kemuliaan dan jika tidak mampu maka dia
akan menggantinya dengan perbuatan-perbuatan hina. Oleh karena itu
wahai saudaraku salik, sibukkanlah nafs mu dnegan kenikmatan hati.
Itulah kerajaan yang sejahtera. Kenikmatan ini tidak diketahui oleh
para pecinta dunia yang diuji dengan mengumpulkan dan menyimpan
harta. Kenikmatan ini telah disebutkan oleh Allah Taala dalam
wahyuNya:

"Barangsiapa mengerjakan amal saleh, baik pria maupun wanita dalam
keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya
kehidupan yang baik." (an Nahl 16:97)

Kehidupan yang baik di sini adalah perasaan qonaah dan bahagia walau
tidak memiliki harta. Perasaan ini merupakan buah hubungan yang
baik. Sebaliknya, engkau melihat seorang hamba memiliki kekayaan dan
kehidupan yang baik, tetapi merasa tersiksa. Dadanya terasa sempit,
akhlaknya jelek dan kesedihan selalu menyertainya. Sebab dia
mengabaikan hak-hak Allah Taala.

Allah Taala mewahyukan:

"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya
baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunnya pada
hari kiamat dalam keadaan buta."
(Thoha. 20:124)

Ikrimah berkata:

"Allah memberi orang-orang yang melupakan Nya rezeki haram yang
mempersulit kehidupannya."

Sebab, sesuatu yang haram akan memperburuk akhlak, merusak hati dan
menyempitkan dada sebagaimana telah terbukti dan tidak diragukan.
Orang seperti ini mendapat bencana, kelelahan, gelisah dan keinginan-
keinginan-nya tidak terwujud. Kesusahannya tidak akan pernah
berakhir. Kita berlindung kepada Allah dari musibah seperti ini.
Dalam sebuah syair disebutkan:

Hati yang kaya, merasa cukup dengan sedikit harta yang dapat menutup
kebutuhanmu Jika lebih dari itu, menjadi miskinlah hatimu.
Hati yang kaya tidak akan membutuhkan berbagai kenikmatan rendah
yang kita rasakan saat ini, seperti berbagai hiburan yang
melalaikan, pakaian mewah, kesibukan memperindah rumah dan urusan
duniawi lainnya. Dalam pandangan orang-orang yang memiliki semangat
dan akal, perbuatan ini sangatlah rendah. Manusia mendapatkan
musibah dnegan menghambur-hamburkan hartanya dan menyia-nyiakan
umurnya untuk memperoleh kenikmatan di atas.

Inilah siksa yang menunjukkan bahwa kedudukannya di sisi Allah Taala
sangat rendah. Pahami ini, jangan terjerumus ke dalamnya. Berdoalah
selalum maka Ia akan merahmatimu, sebab Ia Maha Dekat dan Maha
Mengabulkan doa.



Ditulis oleh: Erna

Ikon ini merupakan link ke situs bookmark sosial dimana pembaca dapat berbagi dan menemukan halaman web baru.
  • Digg
  • Sphinn
  • Delicious
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • 0 komentar:

    Catatan Kaki:



    Kotak komentar pada artikel ini masih kosong, Silahkan diisi untuk menambah semangat kami untuk terus berkarya memberikan informasi kepada anda semua yang membaca di blog ini

    Tak ada yang bisa kami berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel-artikel Fushilat 2004

    Post a Comment

    Isi Buku

    Live Traffic Map

    About This Blog

    Blog Ukhuwah dan Silaturrohim Angkatan 2004 PNJ

    Anggota

    Blog Stats

    PageRank


    Guestbook

      © Blogger template 'Perfection' by Ourblogtemplates.com 2008 | Edited by IndrakidzDotNet  ©2010

    Kembali ke ATAS