Pergi ke BAWAH  

Monday, 22 March 2010

Permintaan Istimewa

Apa yang akan antum lakukan jika diminta menyebutkan satu permintaan istimewa yang akan dipenuhi oleh Rasulullah SAW?
Apabila hal tersebut terjadi saat ini ada kemungkinan permintaan itu akan mengalir kepada jawaban 3TA (Harta, Tahta, Wanita). Tetapi ini berbeda sekali. Sahabat Rabiah bin Ka’ab seorang pemuda yang miskin yang tidur di pelataran masjid madinah memiliki pengalaman yang patut di tiru dan diteladani. Walaupun seorang pemuda yang miskin Sahabat Rabiah tetap bekerja keras sehari harinya. Namun tetap saja ia belum dapat mencukupi kebutuhannya dan membeli rumah. Jadilah ia AhlulShufah bersama yanglainnya.
Suatu hari ia berpikir untuk menjadi pelayan Nabi sehingga dapat selalu disisi beliau. Rabiah memberanikan diri menatakan keinginannya menjadi pelayan Nabi. Tanpa disangkanya Nabi Muhammad bersedia. Hatinya begitu gembira mendengar kabar tersebut. Setiap hariRabiah menemani Rasulullah hingga malam barulah ia kembali ke pelataran masjid. Karena letak rumah Nabi yang disamping MasjidRabiah menjadi sering bangun malam dan sholat QiyamulLail. Setiap malam ia mendengarkan lantunan ayat Al Quran yang di baca Rasulullah.
Rabiah bertambah gembira tak terkira. Hari berganti hari. Suatu hari Rasulullah memanggil Rabiah. Rasulullah merupakan sosok yang selalu membalas kebaikan dengan kebaikkan. Hari itu Rasulullah meminta Rabiah mengucapkan satu permintaan yang insyaAllah akan dipenuhi oleh RAsulullah. Rabiah bingung tak bisa mengungkapkan keinginannya. Kemudian ia meminta kepada Rasulullah untuk meikirkan sejenak apa permintaan yang akan diajukannya kepada Rasulullah.
Rabiah yang telah lama miskin berpikir meminta rumah dan hidup seperti sahabat lainnya. Namun segera ia beristighfar, “Astaghfirullah, kenapa aku meminta HArta yang dapat lenyap seketika.”. Kemudian Rabiah terpikirkan untuk mengajukan permintaan istimewa, yaitu meminta Rasulullah mendoakannya agar di akhirat kelak dapat selalu berdampingan di sisi Rasulullah. Alangkah bahagianya hati Rabiah dengan permintaan yang akan di sebutkan di hadapan Rasulullah nanti. Berdampingan selalu di Akhirat.
Rabiah kemudian menghadap kepada Rasulullah mengucapkan permintaannya. Rasulullah memenuhinya dengan syarat Rabiah juga membantu Beliau dengan memperbanyak sujudnya kepada Allah. Bahagianya hati Rabiah bin Kaab seorang pemuda miskin yang selalu tidur malam di pelataran masjid Madinah.
Sejak hari itu Rabiah selalu sujud dan meningkatkan ibadahnya kepada Allah SWT. Subhanallah, semoga kita semua dapat meneladani RAbiah bin Kaab yang diberikan kesempatan mengajukan permintaan istimewanya kepada Rasululullah. Amin.
Ditulis Ulang oleh: Yahya Zulkan
Ikon ini merupakan link ke situs bookmark sosial dimana pembaca dapat berbagi dan menemukan halaman web baru.
  • Digg
  • Sphinn
  • Delicious
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • 0 komentar:

    Catatan Kaki:



    Kotak komentar pada artikel ini masih kosong, Silahkan diisi untuk menambah semangat kami untuk terus berkarya memberikan informasi kepada anda semua yang membaca di blog ini

    Tak ada yang bisa kami berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel-artikel Fushilat 2004

    Post a Comment

    Isi Buku

    Live Traffic Map

    About This Blog

    Blog Ukhuwah dan Silaturrohim Angkatan 2004 PNJ

    Anggota

    Blog Stats

    PageRank


    Guestbook

      © Blogger template 'Perfection' by Ourblogtemplates.com 2008 | Edited by IndrakidzDotNet  ©2010

    Kembali ke ATAS